Wisata Kampung sampireun Garut Jawa Barat terdengar sudah tidak asing lagi di telinga para penikmat wisata. Pasalnya kesejukan alam dan keindahan tempatnya memiliki daya tarik yang luar biasa. Sudah lama tidak “jalan” kebetulan hari minggu yang lalu adalah, hari ulang tahun pernikahan kami yang kesembilan. Destinasi “jalan” kali ini adalah Wisata Kampung Sampireun Garut.

Wisata Kampung Sampireun Garut Jawa Barat
Wisata Kampung Sampireun Garut Jawa Barat

Terus terang, saya sendiri sebetulnya belum pernah ke daerah Garut, hanya berbekal informasi dari milis indobackpacker dan instuisi saja. Selama kurang lebih tiga setengah jam perjalanan(265 km) dari TOL Cacing – TOL Cikampek – TOL Cipularang – TOL Purbalenyi dan terus melalui jalan-jalan desa dan perkebunan yang cukup indah di kawasan Garut, akhirnya sampai juga kami di Kampung Sampireun.

Berdasarkan keterangan dari situs resminya, nama Kampung Sampireun diadopsi dari nama Danau Sampireun, yang mempunyai makna tempat singgah. Hal itu pula yang menjadikan objek wisata ini banyak disinggahi.

Merupakan sebuah resort dan spa dengan setting kampung, dengan udara yang sejuk. Pegunungan, danau, gemercik air pancuran, rakit, perahu, rumah-rumah kayu yang berpadu dengan kebun bambu di sekelilingnya ditambah hilir mudiknya ribuan ikan-ikan mas di sekitar kolam menjadi element yang menjadi daya pikat untuk menikmati harmoninya alam di Kampung Sampireun.

Letaknya berada di sebelah sisi kanan jalan ke arah kawasan wisata Kawah Kamojang, berada diketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan laut., di Jalan Raya Samarang, Kamojang Ciparay, Desa Sukakarya. Ikan-ikan di sini nampak sudah terbiasa diberi makanan, sehingga ketika tangan anak-anak saya dimasukan ke dalam kolam, dengan cepat ikan-ikan itu berdatangan. Nampak anak-anak saya sangat menikmati dan hal itu juga yang membuat anak-anak yang ikut berwisata ke tempat ini merasa sangat betah dan enggan untuk buru-buru pulang.

Baca Juga :  Asal Muasal Tempat Rekreasi Sari Ater

Di kampung sampiren ini sangat banya pemandangan indah yang bisa dijadikan spot untuk mengambil foto. Banyak fotografer profesional berburu gambar di daerah ini. bahkan saya juga menyempatkan diri untuk berkeliling kampung, sambil mengambil gambar dari atas danau. Tetapi sayang, hasilnya masih tetap kurang memuaskan, jelek, maklumlah masih belajar.